Rasulullah bersabda:
“Wahai manusia, sesungguhnya semenjak Allah
menciptakan anak cucu Adam tidak ada fitnah (cobaan) dimuka bumi ini
yang lebih besar dari dajjal, dan bahwasannya tidak satu Nabi pun yang
diutus oleh Allah yang tidak memperingatkan umatnya akan fitnah dajjal,
sedangkan aku adalah Nabi yang paling terakhir dan kamu adalah umat yang
paling terakhir maka tidak dapat dipungkiri lagi ia (dajal) akan muncul
di tengah-tengah kamu, sekiranya ia keluar sedangkan aku berada di
tengah-tengah kamu maka aku adalah penyelamat setiap Muslim dan
sekiranya ia keluar setelah (kematian) aku, maka tiap-tiap kamu adalah
penyelamat bagi dirinya sendiri dan Allah adalah sebagai penggantiku
dalam menyelamatkan setiap Muslim. Dan sesungguhnya ia akan keluar dari
sebuah celah (tempat) yang terletak antara Syam dan Irak, maka ia
berbuat kerusakan di kiri dan di kanan, wahai hamba Allah wahai manusia
bersiteguhlah kamu, karena sesungguhnya aku akan menerangkan sifat-sifat
(ciri-ciri) nya yang tidak pernah diterangkan oleh seorang Nabi pun
sebelum aku.
<--- Baca Selengkapnya --->
<--- Baca Selengkapnya --->
Ia (dajal) akan mendakwa: Aku adalah
Rabbmu. Sedangkan kamu tidak akan dapat melihat Allah kecuali setelah
kamu mati, dan ia hanya punya satu mata, sedangkan Allah bukanlah
bermata sebelah dan ditempat antara dua matanya tertulis kata ‘kafir’
yang dapat dibaca oleh setiap Muslim yang bisa menulis dan yang tidak
bisa menulis.
Diantara finah-fitnahnya adalah bahwa
bersamanya ada sorga dan neraka, maka sebenarnya nerakanya adalah sorga
dan sorganya adalah neraka. Maka barangsiapa yang dapat ujian dengan
nerakanya hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca
ayat-ayat awal surat Al Kahfi. Dan diantara fitnah-fitnahnya juga adalah
ia akan berkata kepada seorang Arab: Renungkanlah olehmu, sekiranya aku
membangkitkan ayah dan ibumu yang telah mati, apakah kamu akan bersaksi
bahwa aku adalah Rabbmu? Maka orang Arab itu berkata: Ya. Kemudian
muncullah setan menjelma kehadapannya dalam bentuk bapak dan ibunya,
maka keduanya berkata: “Wahai anakku, ikutilah ia, sesungguhnya ia
adalah Rabbmu.” Dan diantara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ia akan
memaksa seorang manusia, lalu ia membunuhnya dan memotongnya dengan
sebuah gergaji maka terbelahlah orang tersebut menjadi dua bagian,
kemudian ia (dajal) berkata: “Lihatlah olehmu kepada hambaku ini,
sesungguhnya aku akan membangkitkannya dan kemudian ia akan mendakwa
bahwa Tuhannya adalah selain aku.” Maka Allah pun membangkitkan orang
yang terbelah tersebut, maka berkatalah yang keji (dajjal) kepadanya:
“Siapakah Rabbmu?” Ia berkata: “Rabbku adalah Allah dan kamu adalah
musuh Allah, kamu adalah dajjal, demi Allah mulai hari ini, tidak ada
hal yang lebih aku ketahui dengan yakin selain dari (kedustaan)mu.”
Dan
diantara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ia akan memerintahkan langit
untuk menurunkan hujan, maka turunlah hujan, dan ia memerintahkan bumi
untuk tumbuh, maka tumbuhlah ia. Dan diantara fitnah-fitnahnya adalah
bahwa ketika ia melalui sebuah negeri, kemudian penduduk negeri itu
mendustakannya, maka tidak satu binatang ternakpun yang tidak musnah di
situ.
Dan diantara fitnah-fitnahnya adalah
bahwa ia melewati sebuah negeri, kemudian mereka membenarkan
(dakwaan-dakwaan)nya, maka ia pun memerintahkan langit untuk menurunkan
hujan, maka turunlah hujan, dan ia memerintahkan bumi untuk tumbuh maka
tumbuhlah ia, sehingga sejak hari itu binatang menjadi paling gemuk dan
paling besar dari masa-masa yang berlalu, paling besar lambungnya dan
paling melimpah susunya.
Dan sesungguhnya tidak ada satu
negeri pun di muka bumi yang tidak dimasuki dan dikalahkan oleh Dajal,
kecuali Mekah dan Madinah, dia tidak akan dapat memasukinya dari setiap
celah-celah masuknya karena disitu ada malaikat yang menjaga dengan
pedang tajam dan mengkilat, sehingga ia turun di sebuah tempat
perkemahan di persimpangan sebuah tanah kosong yang belum pernah diolah.
Maka bergetarlah kota Madinah dengan tiga kali guncangan, sehingga
tidak ada yang tersisa disana seorang munafik laki-laki ataupun munafik
perempuan kecuali ia keluar kepada Dajjal, maka terhapuslah orang-orang
keji (kotor) dari kota Madinah sebagaimana kir (alat pompa besi)
menghilangkan segala kotoran besi dan disebutlah hari itu dengan hari
pembersihan.
Para sahabat bertanya: “Dimanakah
orang-orang Arab pada waktu itu?” Beliau menjawab: “Mereka pada hari itu
sedikit, mereka dipimpin oleh seorang laki-laki yang shalih, maka
ketika pemimpin mereka sudah maju ke depan untuk mengimami mereka dalam
shalat Subuh, tiba-tiba turunlah ‘Isa Ibn Maryam, maka mundurlah Imam
mereka tersebut kebelakang supaya ‘Isa maju untuk mengimami shalat dan
‘Isa pun meletakkan tangannya diantara dua bahu bahunya (pemimpin kaum
Muslimin) dan berkata: “Majulah kamu dan pimpinlah shalat, karena
sesungguhnya ia diiqamatkan untuk kamu”, maka pemimpin mereka pun
mengimami shalat mereka dan ketika shalat sudah selesai ‘Isa berkata:
“Bukalah pintu.” Mereka pun membuka pintu dan dibelakangnya telah berada
dajal bersama 70.000 orang Yahudi,
masing-masing mereka memiliki pedang berhias emas dan berjubah besar
berwarna hijau, maka ketika ‘Isa memandang kepada dajjal, dajjal itu pun
meleleh (hancur) seperti garam yang meleleh didalam air, kemudian ia
lari, dan dihadang oleh ‘Isa di pintu timur kota Lud (Palestina),
kemudian ‘Isa membunuhnya, maka Allah menjadikan kekalahan untuk
orang-orang Yahudi, dimana tidak ada satu makhluk pun yang diciptakan
Allah yang dapat dijadikan sebagai perlindungan oleh orang-orang Yahudi,
dimana Allah menjadikan segala sesuatu bisa berbicara mulai dari batu,
pohon, dinding, binatang ternak kecuali pohon Ghardaqah, maka
sesungguhnya ia adalah pohon mereka yang tidak mau berbicara. Semua
makhluk itu (selain Ghardaqah) berkata: “Hai hamba Allah yang Muslim,
disini ada Yahudi, kemarilah! Dan bunuhlah ia!”
‘Isa ibnu Maryam (nabi isa) akan
menjadi seorang hakim yang adil bagi umatku dan seorang pemimpin yang
bijaksana yang akan menghancurkan tanda salib, membunuh babi-babi, dan
menghapuskan jizyah (upeti terhadap non Islam), menghapuskan zakat, maka
ia tidak akan mencari seekor kambing atau seekor unta zakat pun,
dihapuskan kedengkian dan permusuhan, diangkat bisa dari segala makhluk
berbisa sehingga apabila seorang bayi perempuan memasukkan tangannya
kedalam mulut ular, maka ular tersebut tidak akan membahayakannya, bayi
perempuan tersebut akan dapat menyakiti seekor singa sedangkan ia tidak
akan dapat menyakiti bayi tersebut dan serigala akan berada ditengah
gerombolan kambing seakan-akan ia adalah anjing penjaganya, dunia akan
dipenuhi oleh perdamaian sebagaimana sebuah bejana diisi air (dengan
merata), agama akan menjadi satu, maka tidak yang disembah selain Allah.
Seluruh hal yang menyebabkan peperangan terhapus, suku Quraisy kembali
mengambil kekuasaannya, dan bumi akan menjadi seperti bentangan perak,
dan tumbuh-tumbuhanya akan tumbuh seperti dizaman Nabi Adam. Sehingga
apabila sekelompok orang berkumpul untuk makan setangkai anggur, maka
itu akan mengenyangkan mereka dan apabila sekelompok orang tersebut
berkumpul untuk memakan sebuah delima, maka itu akan mengenyangkan
mereka, seekor sapi pada waktu itu hanya berharga sedikit saja dan
seekor kuda hanya berharga beberapa dirham saja.
Dan sesungguhnya sebelum keluarnya
Dajal akan terjadi tiga tahun yang susah, pada masa itu manusia akan
ditimpa kelaparan yang sangat, pada tahun yang pertama darinya Allah
memerintahkan kepada langit untuk menahan 1/3 air hujannya dan
memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 tumbuh-tumbuhannya, kemudain
pada tahun yang keduanya Allah memerintahkan kepada bumi untuk menahan
2/3 air hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 2/3
tumbuhannya. Kemudian pada tahun yang ketiganya Allah memerintahkan
kepada langit untuk menahan semua air hujannya sehingga tidak setetes
pun ia menurunkan hujan dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan
semua tumbuh-tumbuhannya sehingga tidak satu tumbuhan pun yang tumbuh,
dan tidak akan tersisa binatang yang berkuku (musnah) kecuali apa-apa
yang dikehendaki oleh Allah. Para sahabat bertanya: “Dengan apa manusia
akan hidup pada zaman itu?” Beliau menjawab: “Tahlil, takbir dan tahmid,
itu semua akan memadai bagi mereka sebagaimana makanan.”
(Hadis
shahih riwayat Ibn Majah dan Ibn Khuzaimah dari Abu Umamah. Al Albaani
berkata: “Dan saya mempunyai sebuah tulisan tentang tahkrij hadis ini
dan pentahkikan teksnya dimana saya menemui banyak teks-teks lain yang
menguatkannya.” Dan dalam Ash Shahihah Al AlBaani, nomer 2457)
0 komentar:
Posting Komentar